swiss someday

1/5 "The Soeroso" >>
i live my life happily
Recent Tweets @karnianiza

blindsideddd:

travel (by ed-ingle)

(via frisso--n)

ive been taken by your words

Minimalist Posters ยป The Twelve Olympians

hermes sama apotek itu punya hubungan apa ya?

(via frisso--n)

kalau misalnya, kamu yang mengamati dari luar, yang tidak merasakan faktor x yang bernama cinta-cintaan, ngasih saran yang kontradiktif dari pikiran temenmu. kalau misalnya dia ikutin saranmu, dan dia ngerasa semakin tidak bahagia gimana? mau tanggung jawab?

bahagia itu sederhana: ambil kelas, lihat di daftar, dosennya Pak Soemarsono.

Bapak, selamat pagi? apa kabar?

jika boleh saya bercerita, tanggal 9 april 2013 adalah kelas paling sedih yang pernah saya hadiri. kuliah saya sudah 6 semester pak, tapi tidak sekalipun saya pernah begitu peduli dengan dosen saya. cuma bapak satu-satunya. saya bersyukur karena telah dipertemukan dengan bapak, 3 kelas yang membuat saya bersyukur.

saya mungkin bukan mahasiswa yang baik, saya malas menyalin apa yang bapak tulis di papan. saya selalu merasa bahwa mencatat tlisan bapak terasa seperti di jaman sekolah dasar. tapi bapak terus melakukaknnya, tanpa bantuan teknologi yang sangat maju sekalipun. bapak tetap menulis, menghapusnya ketika tidak ada lagi tempat tersisa, lalu memenuhi papan itu lagi dengan tulisan bapak. masuk 2013 metode bapak pun tetap tidak berubah. yang membuat saya semakin durhaka adalah karena bapak menyiapkan catatan yang sama seperti yang bapak tulis untuk digandakan, jadi poin penting manakah yang membuat saya harus menulis , pak?

saya bersyukur karena dipertemukan dengan bapak. bapak bahkan lebih rajin daripada saya, rekap nilai bapak yang lengkap dan penuh kolom kecil, 10 pengumpul ujian pertama yang mendapat nilai plus, fotokopi dari tulisan bapak yang lebih sulit untuk dimengerti apa itu dari pada makanya. tapi saya bersuyukur sekali pak.

saya ingat ketika saya bolos diawal kuliah semester 6 ini, dari 6 kelas yang saya ikuti, hanya bapak yang tertarik dengan kepergian saya. mengingat saya di kehadiran pertama saya sore itu, “loh, sudah pulang, mbak?”. saya tersentuh pak, cuma bapak yang ingat siapa saya, dan bapak peduli dengan kepergian saya. bahkan sore itu saya ingat bapak meminta saya bercerita, cerita yang tidak saya lakukan. Pak Soemarsono, saya tersentuh.

saya tidak pernah tau apa yang membuat saya begitu senang mengikuti kelas bapak, entah nilai yang selalu saya dapat, atau figur bapak. saya selalu sedih ketika bapak mulai terbatuk-batuk karena terlalu banyak bicara, saya sedih ketika bapak memungut spidol yang jatuh, saya sedih melihat bapak berdiri terlalu lama. saat itu rasanya saya berharap bapak duduk saja.

kesedihan saya bertambah parah dua hari yang lalu. saya tau bahwa tiga minggu sebelumnya bapak sakit dan tidak bisa hadir. padahal bapak selalu semangat untuk memulai kelas, bahkan hadir 15 menit sebelumnya. saya ingat kemunculan pertama bapak setelah dua minggu itu, bapak terlihat begitu sakit, bahkan kesulitan untuk bicara karena tidak ada suara yang keluar. tapi kesedihan itu mencapai puncaknya tanggal 9 april ini.

bapak hadir terlambat, dibantu seseorng untuk menaiki tangga. kelas kami yang berisi 18 orang hari itu cuma ada 7 orang saja. bapak tidak mengajar, karena suara yang terlalu lemah dan terlalu sulit untuk menulis, dua modal yang selalu bapak gunakan. kelas itu bahkan tidak lebih dari 30menit.

bapak berjanji, dua minggu lagi. ketika keadaan sudah lebih baik kelas akan dimulai. bapak juga menyerahkan segalanya kepada kami, jika kami merasa terganggua, maka kami bisa mengajukan pergantian dosen. jika bapak tanya kepada saya, jawabannya jelas saya masih ingin bersama bapak. tapi keinginan saya ini tidak bisa saya paksakan. dan kalau memang harus ada dosen yang diganti, itu semua bukan karena saya merasa tidak puas jika harus kuliah dengan keadaan seperti itu. melainka, saya tidak ingin bapak merasa kesulitan dan terbebani. sehingga menurut saya, bagaimanpun ini semua terserah bapak, apakah bapak masih sanggup dan mau meneruskan kelas ini.

saya sedih pak, sedih sekali. lebih sedih lagi ketika bapak berterimakasih karena terus memberi dukungan untuk bapak. percaya atau tidak pak, saya ini bukan mahasiswa yang baik. seringkali saya asik sendiri dan ngobrol. bukannya menyalin tulisan di papan dan memperhatikan penjelasan bapak. tapi saya selalau bahagia jika masuk kelas bapak.

terimakasih banyak pak Soemarsono, semoga lekas sembus pak. :)

MALIQ & D’essentials - Setapak Sriwedari (Official Video) (by ORGANICessentials)

laleee~~

saya benci lihat kamu kayak orang putus asa. saya benci semua orang lihat putus asa-nya kamu.

saya dapet sms sore tadi, dari seorang temen yang ulang tahunnya sebulan lagi. di sms itu dia bilang kalo minta kado pacar buat ulang tahunnya. iya, temen saya sedang ercanda sepertinya.

saya ga suka jadiin pacar buat bahan bully, tapi sering kali itu yang saya pake. temen saya ini, saya tau smsnya bercanda. tapi saya ga tau, apakah masalah pacar ini topik becandaan apa bukan buat dia.

dia bilang kalo mulai pagi dia sudah bercanda semacam ini, dia bilang kalo dia juga ga maksa buat nyari pacar. tapi sampai dia sms begini, sampai dia kepikiran sebulan sebelum ulang tahunnya, saya yakin kalo ada saat dimana dia fokus sama topik ini.

smsnya saya balas, menanyakan kebenarannya. saya tau kalo sms ini bukan dikirim ke saya aja. tapi saya agak kaget waktu temen saya (yang lain) jadikan sms itu twitpic. itu terserah mereka. mungkin orang-orang yang di mention memang orang yang dapet sms juga. tapi masalahnya jejaring sosial ini kan isinya bukan kita aja.

saya salah kok, saya ikut komen, saya ikut nyebarin. dan saya sadar terlambat kalo ini ga baik. bukan apa, saya kasihan aja sama temen saya yang minta kado itu, ketauan kalo dia yang kirim smsnya. keliatan kalo topik pacar ini semcam bikin dia putus asa sampe sms begituan.

saya sebel, tapi temen saya yang ngirim sms itu ngerasa biasa aja. ya terserah dia. saya kan temen ga logis, yang nyebar-nyebarin sendiri, sadar telat, trus betek sendiri.

kan sesuka saya mau kasih pendapat apa. kamu juga boleh sesuka hatimu mau denger saya apa engga.